Jadi korban PHK tetap harus bayar iuran BPJS kesehatan?

Iuran BPJS Kesehatan sudah menjadi iuran wajib bulanan bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Namun pembayaran iuran bisa menjadi masalah jika peserta yang bersangkutan menjadi korban PHK.

Tanpa penghasilan yang jelas, pembayaran iuran menjadi sangat sulit. Namun jangan khawatir, karena iuran BPJS kesehatan bagi masyarakat yang menjadi korban PHK bisa ditanggung oleh pemerintah.

Korban PHK yang belum menerima gaji hingga 6 bulan dan menunggak iuran BPJS dapat mengajukan diri untuk dimasukkan dalam kategori PBI atau disebut juga dengan penerima Bantuan Iuran. Yang harus Anda lakukan adalah menunjukkan bukti bahwa Anda telah bekerja dan di-PHK selama 6 bulan.

“Peserta yang tidak lagi diasuransikan oleh pemberi kerja karena berakhirnya masa kerja wajib mengubah status menjadi peserta PBPU,” tulis Manual Pelayanan BPJS Kesehatan.

Persyaratan untuk mengubah jenis partisipasi

sebuah. pekerja mengundurkan diri sebagai PPU, yang ditunjukkan dengan status peserta sebagai penyandang disabilitas oleh badan usaha, atau memberikan dokumen pemberhentian;

  1. Dalam hal peserta PPU beralih menjadi peserta PBPU/BP pada bulan berjalan sebelum penonaktifan, maka pembayaran iuran baru dapat dilakukan pada tanggal 1 bulan berikutnya dan status kepesertaan sebagai PBPU tetap aktif dibayarkan sejak iuran;
  2. Ketentuan Peralihan ke PBPU BP:

1) Tidak ada masa administrasi 14 hari jika peserta membayar iuran dalam N+1 sejak penonaktifannya;

2) Tidak ada masa administrasi 14 hari jika peserta membayar iuran lebih dari N+1 untuk kewajiban iuran sejak penonaktifannya; atau

3) Beban administrasi 14 hari akan dikenakan apabila peserta membayar iuran lebih dari N+1 terhadap kewajiban iuran pada bulan berjalan.

yaitu Memenuhi persyaratan berikut:

1) kartu tanda penduduk atau kartu keluarga;

2) Buku besar tabungan BNI, BRI, BTN, Mandiri dan BCA (bisa menggunakan rekening tabungan kepala keluarga/anggota keluarga di kartu keluarga/asuransi).

Peserta yang dikecualikan akan, bagaimanapun, harus membayar iuran lagi ketika mereka melanjutkan pekerjaan yang menguntungkan. Namun, jika peserta tidak dapat bekerja atau tidak mampu membayar iuran, maka peserta tersebut berhak menjadi peserta Jaminan Kesehatan PBI.

Jadi sudah paham Detiker, bahwa korban PHK tidak harus membayar iuran BPJS kesehatan dalam jangka waktu tertentu.

Semoga bermanfaat artikel berikut ini ! Baca juga artikel lainnya mengenai : Soft Skills

Leave a Comment